ASKEP KWASIOKOR DAN MARASMUS
ASUHAN
KEPERAWATAN PADA AN. Z
DENGAN
KWASIORKHOR
DAN MARASMUS
Mata
Kuliah : Keperawatan Anak
Disusun
oleh :
1. Rina Wiji Lestari (A01401949)
2.
Rini Nur’aeni Yuliatun (A01401950)
3.
Rintik Yulianawati (A01401951)
4.
Ririn Eko Putri N. (A01401952)
5.
Riski Alfi N.H (A01401953)
6.
Riski Ambarwati Saputri (A01401954)
7.
Riski Widia N. (A01401956)
8.
Rita Novitasari (A01401957)
PROGRAM
STUDI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2015/2016
SKENARIO KASUS
An. Z (laki-laki) usia 2 tahun dirawat di Ruang anak
RS Hidayah karena kurang gizi ( KKP). Klien tampak lemah, rambut tipis
kecoklatan, mata cekung, mukosa mulut kering, wajah keriput, tulang iga tampak
jelas, retraksi dinding dada, perut buncit, turgor kurang elastis, edema di
ekstremitas atas dan bawah, pantat atropi, belum bisa berjalan, duduk harus
dibantu dan bicara belum jelas. An.Z anak ke lima dari keluarga yang kurang
mampu, hanya minum ASI, ibu An. Z umur 40 tahun, TB 150 cm, BB 40 kg, dari pemeriksaan
BB An. Z 8 kg.
Tanggal
pengkajian : 11
November 2015
Nama Pengkaji : Alfi
Ruang :
Bangsal Dahlia
Waktu pengkajian : 11.00 WIB
A.
Identitas
1.
Identitas Klien
Nama : An. Z
Umur : 2 tahun
Jenis
Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan
: -
Pekerjaan : -
Suku
bangsa : Jawa
Alamat : Sidoharum,
Gunung kidul
No.RM : 20605
Tanggal
masuk RS : 11 November 2015 pukul
09.30 WIB
Dx.
Medis :
Kwasiorkhor dan marasmus
2.
Identitas Penanggung jawab
Nama : Ny.N
Umur : 40 tahun
Jenis
Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Sidoharum,
Gunung kidul
Hubungan
dengan klien : Ibu
B.
Riwayat
kesehatan
1.
Keluhan Utama : Ibu
klien mengatakan An. Z tampak lemah
2.
Riwayat Penyakit
Sekarang
Ibu
klien mengatakan klien tampak lemah, badannya sangat kurus, kemudian diperiksakan di balai pengobatan
desa, menurut hasil dari pemeriksaan, klien didiagnosa Gizi buruk sehingga
klien harus menjalani pengobatan dan dokter menganjurkan agar klien dibawa ke
RS Hidayah. Pada tanggal 11 November 2015 pukul 09.30 WIB oleh keluarga klien
dibawa ke IGD RS Hidayah. Ibu klien mengatakan tampak lemah, badannya sangat
kurus, perut buncit, tangan dan kakinya tampak bengkak, belum bisa berjalan,
duduk harus dibantu dan bicara belum jelas. Di IGD TTV ; TD : 80/60 mmHg, Nadi
: 80 x/menit, Suhu : 37˚C, dan RR : 24 x/menit. Terapi : infus RL 45 tpm. Saat
dikaji pada tanggal 11 November 2015 pukul 11.00 WIB Ibu klien mengatakan
tampak lemah, klien hanya di beri ASI karena keluarga klien tidak mampu membeli
susu formula , badannya sangat kurus, perut buncit, tangan dan kakinya tampak
bengkak, belum bisa berjalan, duduk harus dibantu dan bicara belum jelas.
3.
Riwayat Penyakit Dahulu
Ibu klien mengatakan kemarin
klien sering diare, tetapi klien tidak di bawa ke balai pengobatan ataupun RS.
4.
Riwayat kesehatan
keluarga
Ibu klien mengatakan keluarga tidak
ada yang mengalami sakit seperti klien. Dan keluarga tidak ada yang mengalami
penyakit seperti TBC, DM, hipertensi maupun penyakit serius lainnya.
5.
Riwayat kehamilan
Anak laki laki dari ibu G5 P5 A0.
Selama kehamilan klien, ibu klien mengatakan tidak mempunyai masalah khusus,
paling hanya mual-mual.
6.
Riwayat Persalinan
Ibu klien mengatakan klien
lahir secara normal dan spontan, tidak ada kelainan bawaan dan tidak mempunyai
gangguan selama proses persalinan. Klien lahir secara prematur yaitu hamil usia
35 minggu, presentasi bawah kepala. BBL : 3200 gram.
7.
Riwayat imunisasi
Klien mendapat imunisasi BCG
dan Polio.
8.
Riwayat tumbuh
kembang
Ibu klien mengatakan klien mengalami keterlambatan dalm
proses tumbuh kembang.
Perkembangan motorik : klien belum bisa berjalan, dan duduk harus
dibantu.
Perkembangan bahasa: bicara klien
belum jelas
9.
Kebutuhan cairan
Kebutuhan cairan klien =
100 cc/ kgBB/ hari
= 100 x 8
= 800 ml
10.
Kebutuhan kalori
Kebutuha kalori klien = 1000 kalori + (100 x usia
dalam tahun)
=
1000 + (100 x 2)
=
1000 + 200
=
1200 kalori/hari
C.
Pola
Pengkajian Menurut Gordon
1. Pola
Persepsi kesehatan atau penanganan kesehatan
Sebelum sakit : ibu
klien memgatakan klien tinggal di daerah yang jauh dari balai pengobatan, dan
klien dari keluarga yang tidak mampu.
Saat sakit : Ibu klien mengatakan sekarang klien mendapatkan perawatan setelah di bantu
desa.
2. Pola
Nutrisi / Metabolik
Sebelum sakit :
Ibu klien mengatakan klien selama ini hanya minum ASI yaitu 4-5
kali/hari. BB: tidak tahu.
Saat
dikaji :
Klien minum ASI 3-4 kali/hari. Dan makan pendamping ASI 2 kali
sesuai diit dari RS tetapi tidak habis. Minum
air putih 1 gelas per hari. BB: 8 kg.
3. Pola
Eliminasi
Sebelum sakit :
BAB sering mengalami diare warna kuning, tidak ada darah, BAK
: 3-4 kali/hari, warna kuning jernih.
Saat dikaji : Klien
belum BAB 1x lembek, kuning, BAK 2x/hari, warna kuning berbau
khas.
4. Pola
aktivitas / latihan
Sebelum sakit :
Klien dapat beraktifitas sesuai kemampuan.
Saat dikaji : Klien hanya terlihat
berbaring ditempat tidur.
5.
Pola Istirahat / tidur
Sebelum sakit : Klien
tidur 9 jam sehari, tidur siang kurang
lebih 2 jam.
Saat dikaji : Klien
susah tidur dan sering terbangun pada malam hari. Lama tidur 7 jam sehari.
6. Pola perseptif kognitif
Sebelum sakit : Klien dapat melihat dengan normal dan bisa
mendengarkan dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien bisa
mengecap makanan dengan baik.
Saat dikaji : Klien dapat melihat dengan normal dan bisa
mendengarkan dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien bisa
mengecap makanan dengan baik.
7.
Pola
koping/toleransi stres
Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan jika klien merasa
tidak nyaman klien menangis.
Saat dikaji : Klien hanya
tiduran dan apabila klien kesakitan klien menangis dan rewel.
8.
Pola Konsep diri
Tidak terkaji
9. Pola Seksual dan Reproduksi
Klien berjenis kelamin
laki-laki, dan tidak ada masalah dalam sistem reproduksi klien.
10. Pola
peran / hubungan
Sebelum sakit : Hubungan
klien dengan orangtua dan keluarga baik.
Saat dikaji : Klien lebih nyaman ditemani oleh ibunya.
11. Pola
nilai / kepercayaan
Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan klien belum melakukan ibadah.
Saat dikaji : Ibu klien mengatakan klien
belum melakukan ibadah
D. Pemeriksaan Fisik
1.
TTV :
TD :
80/60 mmHg
Nadi : 70 x/menit
Suhu : 36,5 ˚C
RR : 22 x/menit
2.
Antropometri :
Lingkar Kepala : 48 cm
Lingkar Lengan atas : 12 cm
BB : 8 Kg
TB : 84 cm
3. Kepala : mesosepal, rambut tipis
kecoklatan
4. Wajah : tampak keriput
5.
Mata : konjungtiva anemis, sklera Anikterik,
reflek terhadap cahaya pupil isokhor,
mata cekung
6. Hidung : tidak ada polip, tidak
ada cuping hidung
7. Mulut : bibir terlihat pucat dan kering
8. Telinga : normal, tidak ada sekret dan
darah
9. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar
tiroid dan kelenjar limfe
10. Dada :
-
Paru
Inspeksi : tulang iga tampak jelas, tidak ada otot bantu pernafasan
Palpasi : retraksi dinding dada sama kanan dan kiri, terdapat vocal
fomitus kanan kiri
Perkusi : sonor
Auskultasi :
bunyi vesikuler
-
Jantung :
Inspeksi : tidak tampak ictus cordis
Palpasi : tidak terdapat pembesaran jantung
Perkusi :
pekak
Auskultasi :
S1 dan S2 bunyi reguler
-
Abdomen :
Inspeksi : bentuk buncit
Auskultasi :
bising usus 10 x/menit
Palpasi : tidak ada nyeri
tekan, cubitan perut lambat
Perkusi : timpani
11. Genetalia : laki laki, tidak terpasang DC
12. Anus : tidak ada lesi, pantat atropi
13. Ekstremitas :
atas : akral dingin, CRT : 4 detik, terpasang infus RL 20 tpm, terdapat
edema
bawah : lemah, terdapat edema
14. Kulit : turgor kulit kurang elastis
|
Jenis Pemeriksaan
|
Hasil
|
Nilai
Normal
|
|
Hemoglobin
|
9 gr/dl
|
Pria : 13-18 g/dl, wanita
11.5-16.5 g/dl. Wanita hamil: 11- 16.5 g/dl. Anak : 12-34 g/dl
|
|
Hematokrit
|
L 40
|
%
|
|
Leukosit
|
14.5
|
10^3/Ul
|
|
Eritrosit
|
4.1
|
10^6 /Ul
|
|
Diffferent count
|
0.10/1.40/49.60/40.50/0.40
|
Basofil : 0-2 %, eosinofil :
1-3%, netrofil batang : 1-6%, netrofil segmen: 4-6 %, limfosit 20- 40 %,
monosit: 1-8%
|
|
MCV
|
75#
|
24-102#
|
|
MCH
|
26
|
Pg
|
|
MCHC
|
35 g/dl
|
20-32 g/dl
|
E. Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 11 November 2015 pukul
11.00 WIB
F. Terapi
-
IVFD RL = 45 tetes/menit
-
L-Bio 2sac
-
Diit tinggi kalori, protein, mineral dan vi
ANALISA DATA
|
No
|
Hr/tgl/Jam
|
Data focus
|
Problem
|
Etiologi
|
|
1.
|
Senin,11 november 2015
Jam 11.00
|
DS :
- Ibu klien mengatakan klien hanya
minum ASI karena keluarga klien tidak mampu untuk membelikannya susu formula.
DO :
- Klien tampak lemah
- Mata cekung
- Mukosa mulut kering
- Wajah keriput
- Turgor kulit kurang elastis
- Nadi : 80 x/menit
- Hematokrit : 40 %
|
Kekurangan volume cairan
|
Penurunan asuapan peroral
|
|
2.
|
Senin,11 november 2015
Jam 11.00
|
DS :
- Ibu klien mengatakan klien badannya sangat
kurus, tidak mau makan makanan pendamping ASI
DO:
- Klien tampak lemah
- Tulang iga tampak
jelas
- Perut buncit
- Pantat atropi
- BB nomal : 12 kg
- BB An. Z : 8 kg
|
Ketidakseimbangan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh
|
Asupan yang tidak adekuat
|
|
3.
|
Senin,11 november 2015
Jam 11.00
|
DS :
- Ibu klien mengatakan klien
belum bisa berjalan dan duduk harus dibantu
-
Ibu klien
mengatakan klien hanya minum ASI
DO :
-
BB : 8 Kg,
BB normal : 12 kg
-
TB : 84 , TB
normal : 90 cm
-
LILA: 12 cm,
LILA normal : 16 cm
-
Klien tampak
lesu
|
Keterlambatan pertumbuhan dan
perkermbangan
|
Asupan
kalori dan protein yang tidak adekuat
|
Prioritas Diagnosa Keperawatan
1.
Kekurangan volume cairan b.d penurunan asuapan peroral
2.
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d asupan yang tidak adekuat
3.
Keterlambatan pertumbuhan dan perkermbangan b.d asupan kalori dan protein yang tidak adekuat
INTERVENSI KEPERAWATAN
|
NoDx
|
Hari/Tgl
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
||||||||||||||||
|
1.
|
11 November 2015
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan
2x24 jam diharapkan klien mampu :
|
1
Lakukan/observasi pemberian cairan per
infus/sonde/oral sesuai program rehidrasi.
2
Jelaskan kepada keluarga tentang upaya rehidrasi dan
partisipasi yang diharapkan dari keluarga dalam pemeliharan patensi pemberian
infus/selang sonde.
3
Kaji perkembangan keadaan dehidarasi klien.
4
Anjurkan klien minum yang banyak minimal 4 gelas per
hari
5
Hitung balans cairan.
|
||||||||||||||||
|
2.
|
11 November 2015
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien mampu:
|
1
Jelaskan kepada keluarga tentang penyebab malnutrisi,
kebutuhan nutrisi pemulihan, susunan menu dan pengolahan makanan sehat
seimbang, tunjukkan contoh jenis sumber makanan ekonomis sesuai status sosial
ekonomi klien
2
Tunjukkan cara pemberian makanan per sonde, beri
kesempatan keluarga untuk melakukannya sendiri.
3
Timbang berat badan, ukur lingkar lengan atas dan
tebal lipatan kulit setiap pagi.
4
Dorong orangtua untuk menyuapi anak
5
Sajikan makan sedikit tapi sering
|
||||||||||||||||
|
3.
|
11 November 2015
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien dan keluarga mampu:
|
1
Ajarkan kepada orang tua tentang standar pertumbuhan
fisik dan tugas-tugas perkembangan sesuai usia anak.
2
Lakukan pemberian makanan/ minuman sesuai program
terapi diet pemulihan.
3
Lakukan pengukuran antropo-metrik secara berkala.
4
Lakukan stimulasi tingkat perkembangan sesuai dengan
usia klien.
|
Komentar
Posting Komentar