ASKEP KEJANG DEMAM






ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. K
DENGAN KEJANG DEMAM


Mata Kuliah  : Kceperawatan Anak

 









Disusun oleh :

1.        Rina Wiji Lestari                     (A01401949)
2.          Rini Nur’aeni Yuliatun           (A01401950)
3.          Rintik Yulianawati                  (A01401951)
4.          Ririn Eko Putri N.                   (A01401952)
5.          Riski Alfi N.H                                    (A01401953)
6.          Riski Ambarwati Saputri        (A01401954)
7.          Riski Widia N.                        (A01401956)
8.          Rita Novitasari                        (A01401957)




PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2015/2016
SKENARIO KASUS

An. K usia 19 bulan datang ke RS Hidayah dengan keluhan demam dan kejang. Klien demam sejak 2 hari sebelum masuk RS. Klien kejang di rumah 2 kali selama 5 menit setiap kejang. Saat pengkajian, klien mengalami kejang 1 kali. Suhu tubuh : 40 ˚C. Saat kejang otot-otot seluruh tubuhnya tampak kaku, lidah tergigit dan gigi tampak terkatup tutup, lidah  klien demam sejak 2 hari sebelum masuk RS. Klien kejang di rumah 2 kali selama 5 menit setiap kejang, klien tampak mengantuk, lemah, kulit teraba panas dan tampak kebiruan.

Tanggal pengkajian                          : 11 November 2015      
Nama Pengkaji                                 : Alfi
Ruang                                              : Bangsal Dahlia
Waktu pengkajian                            : 11.00 WIB
A.    Identitas
1.      Identitas Klien
Nama                                   : An. B
Umur                                    : 19 bulan
Jenis Kelamin                       : Laki-laki
Agama                                 : Islam
Pendidikan                           : -
Pekerjaan                             : -
Suku bangsa                         : Jawa
Alamat                                 : Jl. Pemuda No.1 Kebumen
No.RM                                 : 20605
Tanggal masuk RS               : 11 November 2015       pukul 09.30 WIB
Dx. Medis                            : Asma
2.      Identitas Penanggung jawab
Nama                                   : Ny.N
Umur                                    : 42 tahun
Jenis Kelamin                       : Perempuan
Agama                                 : Islam
Pendidikan                           : SMA
Pekerjaan                             : Ibu rumah tangga
Alamat                                 : Jl. Pemuda No.1 Kebumen
Hubungan dengan klien       : Ibu



B.       Riwayat kesehatan
1.      Keluhan Utama                     :  Demam tinggi
2.      Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu klien mengatakan An. Z (19 bulan) demam sejak 2 hari. Klien kejang di rumah 2 kali selama 5 menit setiap kejang, kemudian oleh ibunya diperiksakan di bidan, menurut hasil dari pemeriksaan, klien harus menjalani penanganan segera dan bidan menganjurkan agar klien dibawa ke RS Hidayah. Pada tanggal 11 November 2015 pukul 09.30 WIB oleh keluarga klien dibawa ke IGD RS Hidayah. Ibu klien mengatakan klien demam dan kejang. Klien demam sejak 2 hari sebelum masuk RS. Klien kejang di rumah 2 kali selama 5 menit setiap kejang.Di IGD TTV ; TD : 90/70 mmHg, Nadi : 100 x/menit, Suhu : 40˚C, dan RR : 26 x/menit. Terapi : oksigen 5 liter/menit sungkup muka, inf RL 20 tpm. Saat dikaji pada tanggal 11 November 2015 pukul 11.00 WIB Klien mengalami kejang 1 kali, Saat kejang otot-otot seluruh tubuhnya tampak kaku, lidah tergigit dan gigi tampak terkatup tutup, klien tampak mengantuk, lemah, kulit teraba panas dan tampak kebiruan.
3.      Riwayat Penyakit Dahulu
Klien belum pernah dirawat di RS dan tidak ada riwayat penyakit kronis.
4.      Riwayat kesehatan keluarga
Ibu klien mengatakan keluarga tidak ada yang mengalami sakit seperti klien. Dan keluarga tidak ada yang mengalami penyakit seperti TBC, DM, hipertensi maupun penyakit serius lainnya.
5.      Riwayat kehamilan
Anak laki laki dari ibu G1 P1 A0. Selama kehamilan klien, ibu klien mengatakan tidak mempunyai masalah khusus, paling hanya mual-mual. Ibu klien selalu memeriksakan kehamilannya ke bidan secara teratur.
6.      Riwayat Persalinan
Ibu klien mengatakan klien lahir secara normal dan spontan, tidak ada kelainan bawaan dan tidak mempunyai gangguan selama proses persalinan. Klien lahir pada usia kehamilan 39 minggu, presentasi bawah kepala, ketuban berwarna jernih, setelah lahir klien langsung menangis, BBL : 3500 gram.
7.      Riwayat imunisasi
Klien sudah mendapat imunisasi lengkap : BCG, Polio I, II, III, ; DPT I, II, III
8.      Riwayat tumbuh kembang
Ibu klien mengatakan klien tidak mengalami keterlambatan dalm proses tumbuh kembang.
Perkembangan motorik : klien mampu duduk tanpa pegangan, berdiri dengan pegangan, bangkit terus berdiri, berdiri 2 detik dan berdiri sendiri. melangkah dan berjalan dengan tegak
Perkembangan sosial : klien mulai mampu bertepuk tangan, menyatakan keinginan, mulai minum dengan cangkir, meniruan kegiatan orla, main-main bola
9.      Kebutuhan cairan
Kebutuhan cairan klien         = 100 cc/ kgBB/ hari
= 100 x 11
= 1100 ml
Kenaikan suhu  IWL             = 200 x ( suhu badan sekarang – 36,8 )
= 200 x ( 40 -36,8)
= 200 x 3,2
= 640
Jadi keb cairan                      = 1100 + 640
= 1750 / 12
= 145 ml / 2 jam

10.  Kebutuhan kalori
Kebutuha kalori klien = 1000 kalori + (100 x usia dalam tahun)
= 1000 + (100 x 1,4)
= 1000 + 140
= 1140 kalori/hari



C.    Pola Pengkajian Menurut Gordon
1.      Pola Persepsi kesehatan atau penanganan kesehatan
Sebelum sakit : Ibu klien megatakan kesehatan memang penting dan klien bila sakit mudah kerjasama untuk proses penyembuhan dirinya misalnya teratur minum obat, dan hindari pantangan.
Saat sakit : Ibu klien mengatakan bahwa dirinyasaat ini cemas dan ibu klien bagaimana penanganan dirumah jika klien tiba tiba kejang lagi.
2.      Pola Nutrisi / Metabolik
Sebelum sakit  : Ibu klien mengatakan pasien susah makan, makan 3x sehari porsi sedikit lengkap nasi, sayur, dan lauk. Minum 2 gelas susu formula per hari dan 4 gelas air putih per hari. BB : 11,5 kg.
Saat dikaji : Klien makan 2x /sehari sesuai diit dari RS tetapi tidak habis. Minum 1 gelas susu formula per hari dan 4 gelas air putih per hari. BB:  11 kg.


3.      Pola Eliminasi
Sebelum sakit  : BAB 1x sehari warna kuning konsistensi lembek berbau khas, BAK 4-5x perhari warna kuning jernih berbau khas.
Saat dikaji :  Klien  BAB 1 kali sejak dirawat di RS, BAK 3x/ hari, warna kuning berbau khas.
4.      Pola aktivitas / latihan
Sebelum sakit  : Klien melakukan aktivitas sesuai kemampuannya.
Saat dikaji : Klien dibantu oleh ibunya dalam melakukan aktivitasnya, seperti mandi, makan, ganti baju, dan pasien hanya terlihat berbaring ditempat tidur.
5.      Pola Istirahat / tidur
Sebelum sakit  :  Klien tidur 9 jam sehari, tidur siang kurang lebih 2 jam.
Saat dikaji :  Klien susah tidur dan sering terbangun pada malam hari. Lama tidur 8 jam sehari.
6.      Pola  perseptif kognitif
Sebelum sakit : Klien  dapat melihat dengan normal dan bisa mendengarkan dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien bisa mengecap makanan dengan baik.
Saat dikaji       : Klien  dapat melihat dengan normal dan bisa mendengarkan dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien bisa mengecap makanan dengan baik.
7.      Pola koping/toleransi stres
Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan klien adalah klien anak periang.
Saat dikaji : Klien hanya tiduran dan apabila klien kesakitan klien menangis dan rewel.
8.      Pola Konsep diri
Tidak terkaji
9.      Pola Seksual dan Reproduksi
Klien berjenis kelamin laki-laki, dan tidak ada masalah dalam sistem reproduksi klien.
10.  Pola peran / hubungan
Sebelum sakit : Klien mampu berkomunikasi dengan kata-kata sederhana. Hubungan klien dengan orangtua dan keluarga baik.
Saat dikaji : Klien lebih nyaman ditemani oleh ibunya.
11.  Pola nilai / kepercayaan
Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan klien belum beribadah.
Saat dikaji : Ibu klien mengatakan klien belum melakukan ibadah.
D.    Pemeriksaan Fisik
1.      TTV                 :
  TD     : 90/70 mmHg
  Nadi  : 124 x/menit
  Suhu  : 40 ˚C
  RR     : 30 x/menit
2.      Antropometri   :
Lingkar Kepala : 48 cm
Lingkar Lengan atas : 16 cm
BB :  11 Kg
TB : 80 cm
3.      Kepala             : mesosepal
4.      Mata                : konjungtiva anemis, sklera Anikterik, tampak mengantuk
5.      Hidung                        : tidak ada polip, tidak terlihat pernafasan cuping hidung
6.      Mulut               : bibir terlihat pucat
7.      Telinga             : normal, tidak ada sekret dan darah
8.      Leher               : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe
9.      Dada                :
-          Paru
 Inspeksi     : pergerakan dada cepat, terdapat tarikan dinding dada ke dalam
Palpasi      : retraksi dinding dada sama kanan dan kiri, terdapat vocal fomitus kanan kiri
 Perkusi     : sonor
Auskultasi            : terdapat bunyi vesikuler
-          Jantung     :
Inspeksi    : tidak tampak ictus cordis
Palpasi      : tidak terdapat pembesaran jantung
Perkusi      : pekak
Auskultasi : S1 dan S2 bunyi reguler
-          Abdomen :
Inspeksi    : bentuk datar
Auskultasi            : bising usus 20 x/menit
Palpasi      : tidak ada nyeri tekan
Perkusi      : timpani
10.  Genetalia         : laki laki, tidak  terpasang DC
11.  Anus                : tidak ada lesi
12.  Ekstremitas      :  atas : akral hangat, CRT < 3 detik, terpasang infus RL 20 tpm, dan tidak ada gangguan gerak
bawah : tidak ada gangguan gerak.
13.  Kulit                : kulit kebiruan, tidak ada oedema.








Jenis Pemeriksaan
Hasil
Nilai Normal
Hemoglobin
10.8 gr/dl
Pria : 13-18 g/dl, wanita 11.5-16.5 g/dl. Wanita hamil: 11- 16.5 g/dl. Anak : 12-34 g/dl
Hematokrit
L 31
%
Leukosit
14.5
10^3/Ul
Eritrosit
4.1
10^6 /Ul
Diffferent count
0.10/1.40/49.60/40.50/0.40
Basofil : 0-2 %, eosinofil : 1-3%, netrofil batang : 1-6%, netrofil segmen: 4-6 %, limfosit 20- 40 %, monosit: 1-8%
MCV
75#
24-102#
MCH
26
Pg
MCHC
35 g/dl
20-32 g/dl
E.     Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 11 November 2015 pukul 11.00 WIB

F.     Terapi
-          IVFD RL = 20 tetes/menit
-          Oksigen 5 L/menit sungkup muka
-          Diazepam 3 mg
-          Paracetamol

ANALISA DATA
No
Hr/tgl/Jam
Data focus
Problem
Etiologi
1.
Senin,11 november 2015
Jam 11.00

DS :
- Ibu klien mengatakan klien badannya panas
- Klien demam sejak 2 hari sebelum masuk RS
- Klien kejang di rumah 2 kali selama 5 menit setiap kejang
DO :
-  S: 40˚C
-    Kulitnya teraba panas
Hipertermi
Efek dari sirkulasi endotoksin pd hipotalamus
2.
Senin,11 november 2015
Jam 11.00

DS :
DO :
-    Klien tampak mengantuk
-    TD    : 90/70 mmHg
-    Nadi : 124 x/menit
-    Suhu : 40 ˚C
-    RR    : 30 x/menit
-    Kulit tampak kebiruan

Perfusi jaringan cerebral tidak efektif
Reduksi aliran darah ke otak
3.
Senin,11 november 2015
Jam 11.00

DS :
- Saat dikaji klien mengalami kejang 1 kali
- Klien demam sejak 2 hari sebelum masuk RS
- Klien kejang di rumah 2 kali selama 5 menit setiap kejang
DO :
-   Saat kejang otot-otot seluruh tubuhnya tampak kaku, lidah tergigit dan gigi tampak terkatup tutup.
Risiko cidera
Aktivitas kejang

Prioritas Diagnosa Keperawatan
1.         Hipertermi b.d efek dari sirkulasi endotoksin pd hipotalamus
2.        Perfusi jaringan tidak efektif b.d reduksi aliran darah ke otak
3.        Risiko cidera b.d aktivitas kejang


INTERVENSI KEPERAWATAN
NoDx
Hari/Tgl
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
1.
11 November 2015
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam diharapkan klien mampu :
Indikator
1
2
3
4
5
- suhu tubuh dalam rentang normal
- nadi dan RR normal
- tidak ada perubahan warna kulit


 


















1.      Monitor suhu minimal tiap 2 jam
2.      Kompres klien dengan air hangat
3.      Monitor tanda tanda hipertensi
4.      Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
5.      Monitor nadi dan RR
2.
11 November 2015
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien mampu:
Indikator
1
2
3
4
5
-    TD sistolik dan diastolik dalam batas normal
-  

Nadi dalam batas normal
















1        Monitor TD, Nadi, suhu, RR
2        Catat adanya peningkatan TD
3        Monitor jumlah dan irama jantung
4        Monitor tingkat kesadaran
5        Monitor GCS
3.
11 November 2015
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien dan keluarga mampu:
Indikator
1
2
3
4
5
-    Pengetahuan tentang resiko
-    Monitor lingkungan yang menjadi resiko





















1.      Identifikasi faktor kognitif atau psikis dari klien yang dapat menjadikan potensial jatuh dalam setiap keadaan
2.      Identifikasi karakteristik dari lingkungan ynag dapat menjadikan potensial jatuh
3.      Monitor cara berjalan, keseimbangan dan tingkat kelelahan dengan ambulasi
4.      Anjurkan klien untuk memanggil perawat atau keluarga kalau mau bergerak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASKEP THALASEMIA

ASKEP ASMA PADA ANAK

ASKEP DIARE