ASKEP BRONKHOPNEUMONIA



ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. T DENGAN BRONKHOPNEUMONIA

Ujian Laboratorium Blok Anak









Disusun oleh :

Riski Alfi Nur Hidayah
A01401953




PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2015/2016 




LAPORAN PENDAHULUAN

A.    Definisi
Bronchopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Smeltzer & Suzanne C, 2005 : 572)
Bronchopneomonia adalah penyebaran daerah infeksi yang berbercak dengan diameter sekitar 3 sampai 4 cm mengelilingi dan juga melibatkan bronchi. (Sylvia A. Price & Lorraine M.W, 2007 : 710)
Menurut Whaley & Wong 2008, Bronchopneumonia adalah bronkiolus terminal yang tersumbat oleh eksudat, kemudian menjadi bagian yang terkonsolidasi atau membentuk gabungan di dekat lobulus, disebut juga pneumonia lobaris.
Kesimpulannya bronchopneumonia adalah jenis infeksi paru yang disebabkan oleh agen infeksius dan terdapat di daerah bronkus dan sekitar alveoli.
B.    Etiologi
Timbulnya bronchopneumonia disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, protozoa, mikobakteri, mikoplasma, dan riketsia. (Sandra M. Nettiria, 2001 : 682) antara lain:
1.      Bakteri          : Streptococcus, Staphylococcus, H. Influenzae, Klebsiella.
2.      Virus             : Legionella pneumonia
3.      Jamur            : Aspergillus spesies, Candida albicans
4.      Aspirasi makanan, sekresi orofaringeal atau isi lambung ke dalam paru-paru.
5.      Terjadi karena kongesti paru yang lama.

C.    Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis pada penyakit bronkhopnerumonia antara lain :
1.      Demam mendadak, disertai menggigil, baik pada awal penyakit atau selama sakit.
2.      Batuk produktif
3.      Nyeri dada pleuritik, ringan sampai berat, apabila proses menjalar ke pleura (terjadi pleuropneumonia)
4.      Hidung kemerahan
5.      Saat bernafas menggunakan otot aksesorius dan bisa timbul sianosis.
6.      Terdengar adanya krekels di atas paru yang sakit dan terdengar ketika terjadi konsolidasi (pengisian rongga udara oleh eksudat
7.      Tanda & gejala lain yang tidak spesifik : mialgia, pusing, anoreksia, malaise, diare, mual & muntah.
D.    Klasifikasi
1.      Bronkopneumonia sangat berat
Bila terjadi sianosis sentral dan anak tidak sanggup minum, maka anak harus di rawat di RS dan diberi antibiotik.
2.      Bronkopneumonia berat
Bila dijumpai adanya retraksi tanpa sianosis dan masih sanggup minum maka anak harus di rawat di RS dan diberi antibiotik.
3.      Bronkopneumonia ringan
Bila tidak ada retraksi tetapi dijumpai pernafasan yang cepat :
-          > 60 x/menit pada anak usia kurang dari 2 bulan
-          > 50 x/menit pada anak usia 2 bulan – 1 tahun
-          > 40 x/menit pada anak usia 1- 5 tahun

E.    Pathofisiologi
Sebagian besar penyebab bronkopneumonia adalah mikroorganisme (jamur, bakter, virus) dan sebagian kecil oleh penyebab lain seperti hidrokarbon (minyak tanah, bensin dan sejenisnya). Serta aspirasi (masuknya isi lambung ke dalam saluran napas). Awalnya mikroorganisme akan masuk melalui percikan ludah ( droplet) kemudian mikroorganisme tersebut masuk ke saluran pernapasan atas dan menimbulkan reaksi imunologis dari tubuh. Reaksi ini menyebabkan peradangan, dimana saat terjadi  peradangan ini tubuh akan menyesuaikan diri sehingga timbulah gejala demam pada penderita.
Reaksi peradangan ini akan menimbulkan secret. Semakin lama secret semakin menumpuk di bronkus sehingga aliran bronkus menjadi semakin sempit dan pasien akan merasa sesak. Selain terkumpul di bronkus, lama kelamaan secret akan sampai ke alveolus paru dan mengganggu system pertukaran gas di paru.
Selain menginfeksi saluran napas, bakteri ini juga dapat menginfeksi saluran cerna saat ia terbawa oleh darah. Bakteri ini akan membuat flora normal dalam usus menjadi agen pathogen sehingga timbul masalah GI tract. 
F.  Pemeriksaan Penunjang
Untuk dapat menegakkan diagnosa keperawatan dapat digunakan cara:
1.      Pemeriksaan Laboratorium
a.      Pemeriksaan darah
Pada kasus bronchopneumonia oleh bakteri akan terjadi leukositosis (meningkatnya jumlah neutrofil). (Sandra M. Nettina, 2001 : 684)
b.      Pemeriksaan sputum
Bahan pemeriksaan yang terbaik diperoleh dari batuk yang spontan dan dalam. Digunakan untuk pemeriksaan mikroskopis dan untuk kultur serta tes sensitifitas untuk mendeteksi agen infeksius. (Barbara C, Long, 1996 : 435)
c.       Analisa gas darah untuk mengevaluasi status oksigenasi dan status asam basa. (Sandra M. Nettina, 2001 : 684)
d.      Kultur darah untuk mendeteksi bakteremia
e.      Sampel darah, sputum, dan urin untuk tes imunologi untuk mendeteksi antigen mikroba. (Sandra M. Nettina, 2001 : 684)
2.      Pemeriksaan Radiologi
a.      Rontgenogram Thoraks
Menunjukkan konsolidasi lobar yang seringkali dijumpai pada infeksi pneumokokal atau klebsiella. Infiltrat multiple seringkali dijumpai pada infeksi stafilokokus dan haemofilus. (Barbara C, Long, 1996 : 435)
b.      Laringoskopi/ bronkoskopi untuk menentukan apakah jalan nafas tersumbat oleh benda padat. (Sandra M, Nettina, 2001)
F.     Komplikasi
Komplikasi pada penyakit bronkhopneumonia antara lain :
1.      Atelektasis          : Pengembangan paru yang tidak sempurna.
2.      Emfisema            : Terdapatnya pus pada rongga pleura.
3.      Abses paru          : Pengumpulan pus pada jaringan paru yang meradang.
4.      Endokarditis       : Peradangan pada endokardium.
5.      Meningitis           : Peradangan pada selaput otak.
G.    Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul antara lain:
1.      Bersihan jalan nafas tidak efektif  berhubungan dengan inflamasi trakeobronkial, pembentukan edema, peningkatan produksi sputum.
2.      Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolus kapiler, gangguan kapasitas pembawa aksigen darah, ganggguan pengiriman oksigen.
3.      Pola nafas tidak efektif  berhubungan dengan proses inflamasi dalam alveoli.
4.      Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan berlebih, penurunan masukan oral.
5.      Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kebutuhan metabolik sekunder terhadap demam dan proses infeksi, anoreksia yang berhubungan dengan toksin bakteri bau dan rasa sputum, distensi abdomen atau gas.
6.      Hipertermi b.d proses inflamasi paru
7.      Intoleransi aktifitas berhubungan dengan insufisiensi oksigen untuk aktifitas sehari-hari.
H.     Intervensi Keperawatan
1.         Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan inflamasi trakeobronkial, pembentukan edema, peningkatan produksi sputum
Intervensi :
a.       Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas. Misalnya: mengi, krekels dan ronki.
b.      Kaji/ pantau frekuensi pernafasan, catat rasio inspirasi/ ekspirasi
c.       Berikan posisi yang nyaman buat pasien, misalnya posisi semi fowler
d.      Dorong/ bantu latihan nafas abdomen atau bibir
e.      Observasi karakteristik batik, bantu tindakan untuk memperbaiki keefektifan upaya batuk.
f.        Berikan air hangat sesuai toleransi jantung.
2.         Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolus kapiler, gangguan kapasitas pembawa oksigen darah, gangguan pengiriman oksigen.
Intervensi :
a.       Kaji frekuensi, kedalaman, dan kemudahan pernafasan
b.      Observasi warna kulit, membran mukosa dan kuku. Catat adanya sianosis
c.       Kaji status mental
d.      Awsi frekuensi jantung/ irama
e.       Awasi suhu tubuh. Bantu tindakan kenyamanan untuk mengurangi demam dan menggigil
f.       Tinggikan kepala dan dorong sering mengubah posisi, nafas dalam, dan batuk efektif
g.      Kolaborasi pemberian oksigen dengan benar sesuai dengan indikasi
3.         Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan proses inflamasi dalam alveoli
Intervensi :
a.       Kaji frekuensi, kedalaman pernafasan dan ekspansi dada.
b.      Auskultasi bunyi nafas dan catat adanya bunyi nafas adventisius.
c.       Tinggikan kepala dan bentu mengubah posisi.
d.      Observasi pola batuk dan karakter sekret.
e.       Bantu pasien untuk nafas dalam dan latihan batuk efektif.
f.       Kolaborasi pemberian oksigen tambahan.
g.      Berikan humidifikasi tambahan
h.      Bantu fisioterapi dada, postural drainage
4.         Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilngan cairan berlebih, penurunan masukan oral.
Intervensi :
a.       Kaji perubahan tanda vital, contoh :peningkatan suhu, takikardi,, hipotensi.
b.      Kaji turgor kulit, kelembaban membran mukosa (bibir, lidah).
c.       Catat lapporan mual/ muntah.
d.      Pantau masukan dan haluaran urine.
e.       Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi.
5.         Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik sekunder terhadap demam dan proses infeksi, anoreksia, distensi abdomen.
Intervensi :
a.       Identifikasi faktor yang menimbulkan mual/ muntah.
b.      Berikan wadah tertutup untuk sputum dan buang sesering mungkin, bantu kebersihan mulut.
c.       Jadwalkan pengobatan pernafasan sedikitnya 1 jam sebelum makan.
d.      Auskultasi bunyi usus, observasi/ palpasi distensi abdomen.
e.       Berikan makan porsi kecil dan sering termasuk makanan kering atau makanan yang menarik untuk pasien.
b.      Evaluasi status nutrisi umum, ukur berat badan dasar.
6.         Hipertermi b.d proses inflamasi paru
Intervensi :
a.       Monitor suhu minimal tiap 2 jam
b.      Kompres klien dengan air hangat
c.       Monitor jumlah leukosit
d.      Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
e.       Monitor nadi dan RR
f.       Kolaborasi pemberian obat antipiretik
7.         Intoleransi aktifitas berhubungan dengan insufisiensi oksigen untuk aktifitas hidup sehari-hari.
Intervensi :
a.       Evakuasi respon pasien terhadap aktivitas.
b.      Berikan lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung selama fase akut.
c.       Jelaskan pentingnya istitahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbamgan aktivitas dan istirahat.
d.      Bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan.




















DAFTAR PUSTAKA

Kepustakaan Ngastiah. (2008). Perawatan anak sakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC Speirs, A.L.Pediatrics for nurses. (Terj. Dr, Sidhartani Zain). Semarang: IKIP Semarang Press.
Gordon,et.al,2005, Nursing Diagnoses : definition & Classification 2001-2002,Philadelpia,USA
Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, edisi 8 volume 3, EGC, Jakarta
Haryani dan Siswandi, 2004, Nursing Diagnosis: A Guide To Planning Care, available on: www.Us.Elsevierhealth.com
http://lukmanfebriantonurse.blogspot.com/2013/04/laporan-pendahuluan-asuhan-keperawatan_37 



SKENARIO KASUS

An. T 1 tahun dirawat di Ruang anak. Ibu klien mengatakan klien batuk bardahak sejak ± 1 minggu SMRS, sesak nafas, anak panas sejak 3 hari SMRS. Dari pemeriksaan fisik didapatkan data klien tampak pucat, BB: 9 kg, TB : 70 cm, auskultasi paru: ronkhi basah halus, terdapat tarikan dinding dada kedalam, kulit tampak kemerahan. Nadi: 90 kali per menit, Suhu: 38,5˚C, pernafasan 42 kali per menit. Hasil rontgen thorak dada gambaran bronkhopneumonia. Riwayat lahir dulu tidak langsung menangis, BBL 3,5 kg, spontan dan induksi dengan KPD.

Tanggal pengkajian                          : 11 Desember 2015       
Nama Pengkaji                                 : Riski Alfi Nur Hidayah
Ruang                                              : Bangsal Dahlia
Waktu pengkajian                            : 11.00 WIB
A.    Identitas
1.      Identitas Klien
Nama                                   : An. T
Umur                                    : 1 tahun
Jenis Kelamin                       : Perempuan
Agama                                 : Islam
Pendidikan                           : -
Pekerjaan                             : -
Suku bangsa                         : Jawa
Alamat                                 : Jl. Pemuda No.1 Kebumen
No.RM                                 : 20605
Tanggal masuk RS               : 11 Desember 2015   Pukul 08.30 WIB
Dx. Medis                            : Bronkhopneumonia
2.      Identitas Penanggung jawab
Nama                                   : Ny.N
Umur                                    : 42 tahun
Jenis Kelamin                       : Perempuan
Agama                                 : Islam
Pendidikan                           : SMA
Pekerjaan                             : Ibu rumah tangga
Alamat                                 : Jl. Pemuda No.1 Kebumen
Hubungan dengan klien       : Ibu

B.     Riwayat kesehatan
1.      Keluhan Utama           :  Batuk berdahak sejak ± 1 minggu   SMRS
2.      Riwayat Penyakit Sekarang  
Ibu klien mengatakan klien batuk berdahak, demam dan sulit bernafas, kemudian oleh ibunya diperiksakan di Poli RS Hidayah pada tanggal 11 Desember 2015 pukul 08.30 WIB, menurut hasil dari pemeriksaan, klien didiagnosa bronkhopneumonia sehingga klien harus menjalani pengobatan dan dokter menganjurkan agar klien di opname. Di IGD RS Hidayah Ibu klien mengatakan Klien batuk bardahak sejak ± 1 minggu SMRS, sesak nafas, anak panas sejak 3 hari SMRS. Di IGD TTV ; Nadi : 110 x/menit, Suhu : 39˚C, dan RR : 50 x/menit. Terapi : infus D5% 10 tpm, dan paracetamol. Saat dikaji pada tanggal 11 Desember 2015 pukul 11.00 di Ruang Dahlia ibu klien mengatakan klien batuk bardahak sejak ± 1 minggu SMRS, sesak nafas, anak panas sejak 3 hari SMRS. Dari pemeriksaan fisik didapatkan data klien tampak pucat, kulit kemerahan, BB: 9 kg, TB : 70 cm, auskultasi paru: ronkhi basah halus, terdapat tarikan dinding dada kedalam, Nadi: 90 x/menit, Suhu: 38,5˚C, pernafasan 42 x/menit.
3.      Riwayat Penyakit Dahulu
Ibu klien mengatakan klien belum pernah mengalami penyakit yang sama dan klien belum pernah dirawat di RS.


4.      Riwayat kesehatan keluarga
Ibu klien mengatakan keluarga tidak ada yang mengalami sakit seperti klien. Dan keluarga tidak ada yang mengalami penyakit seperti TBC, DM, hipertensi maupun penyakit serius lainnya.
5.      Riwayat kehamilan
Anak laki laki dari ibu G1 P1 A0. Selama kehamilan klien, ibu klien mengatakan tidak mempunyai masalah khusus, paling hanya mual-mual. Ibu klien selalu memeriksakan kehamilannya ke bidan secara teratur.
6.      Riwayat Persalinan
Ibu klien mengatakan klien lahir secara spontan dan induksi dengan KPD. Klien lahir pada usia kehamilan 36 minggu, presentasi bawah kepala, setelah lahir klien tidak langsung menangis, BBL : 3500 gram.
7.      Riwayat imunisasi
Klien sudah mendapat imunisasi: BCG, Polio I, II, III, ; DPT I, II, III.
8.      Riwayat tumbuh kembang
Ibu klien mengatakan klien tidak mengalami keterlambatan dalam proses tumbuh kembang.
-          Perkembangan motorik : klien mampu duduk tanpa pegangan,  mulai mampu berdiri dengan pegangan, bangkit terus berusaha berdiri, jika diberi sesuatu mampu meraih dan memindahkan benda.
-          Perkembangan bahasa : klien sudah mampu memiliki sepuluh perbendaharaan kata, meniru dan mengenal serta responsif terhadap orla sangat tinggi.
-          Perkembangan sosial : klien mulai mampu menyatakan keinginan, mampu minum dengan cangkir, menirukan kegiatan orang lain.
9.      Kebutuhan cairan
Kebutuhan cairan klien = 100 cc/ kgBB/ hari
 = 100 x 9
 = 900 ml
Kenaikan suhu  IWL       = 200 x ( suhu badan sekarang – 36,8)
   = 200 x ( 38,5 -36,8)
   = 200 x 1,7
   = 340
Jadi kebutuhan cairan      = 900 + 340
   = 1240 / 12
   = 133 ml / 2 jam

10.  Kebutuhan kalori
Kebutuha kalori klien = 1000 kalori + (100 x usia dalam tahun)
 = 1000 + (100 x 1)
 = 1000 + 100
 = 1100 kalori/hari

C.    Pola Pengkajian Menurut Gordon
1.      Pola Persepsi kesehatan atau penanganan kesehatan
Ibu klien megatakan kesehatan memang penting dan apabila klien sakit klien langsung dibawa ke bidan/puskesmas.
2.      Pola Nutrisi / Metabolik
Sebelum sakit  : Ibu klien mengatakan klien sudah makan pendamping ASI yaitu 2x sehari porsi 6 sendok makan dengan nasi lembek, lauk, dan sayur sop. Minum ASI 4-5 kali per hari.
Saat dikaji : makan 2x/ sehari porsi 4 sendok makan. Minum  ASI 3-4 kali per hari. BB: 9 kg.
3.      Pola Eliminasi
Sebelum sakit  : BAB 1x sehari warna kuning konsistensi lembek berbau khas, BAK 4-5 kali perhari, warna kuning jernih berbau khas.
Saat dikaji :  Klien belum BAB sejak di opname di RS, BAK 3 kali per hari, warna kuning berbau khas.
4.      Pola aktivitas / latihan
Sebelum sakit  : Klien tidak rewel dan aktif bermain sesuai kemampuan motoriknya.
Saat dikaji : Klien hanya terlihat berbaring ditempat tidur dan rewel.
5.      Pola Istirahat / tidur
Sebelum sakit  :  Klien tidur 9 jam sehari, tidur siang kurang lebih 2 jam.
Saat dikaji :  Klien susah tidur siang dan sering terbangun pada malam hari. Lama tidur 8 jam sehari.
6.      Pola  perseptif kognitif
Sebelum sakit : Klien  dapat melihat dengan normal dan bisa mendengarkan, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien bisa mengecap makanan dengan baik.
Saat dikaji       : Klien  dapat melihat dengan normal dan bisa mendengarkan, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien bisa mengecap makanan dengan baik.
7.      Pola koping/toleransi stres
Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan klien adalah klien anak periang.
Saat dikaji : klien hanya tiduran, klien rewel dan sering menangis.
8.      Pola Konsep diri
Tidak terkaji
9.      Pola Seksual dan Reproduksi
Klien berjenis kelamin laki-laki, dan tidak ada masalah dalam sistem reproduksi klien.
10.  Pola peran / hubungan
Sebelum sakit : Klien mampu berkomunikasi dengan kata-kata sederhana. Hubungan klien dengan orangtua dan keluarga baik.
Saat dikaji : Klien lebih nyaman ditemani oleh ibunya.
11.  Pola nilai / kepercayaan
Sebelum sakit : Klien beragama islam dan klien belum bisa menjalankan ibadah.
Saat dikaji : Klien beragama islam dan klien belum bisa menjalankan ibadah.
D.    Pemeriksaan Fisik
1.      TTV                 :
  Nadi     : 90 x/menit
  Suhu     : 38,5˚C
  RR       : 42 x/menit
2.      Antropometri   :
Lingkar Kepala : 52 cm
Lingkar Lengan atas : 14 cm
BB :  9 Kg
TB : 70 cm
3.      Kepala             : mesosepal
4.      Mata                : konjungtiva anemis, sklera Anikterik, reflek terhadap cahaya pupil isokhor
5.      Hidung                        : tidak ada polip, tidak terlihat pernafasan cuping hidung, terpasang oksigen kanul nasal 2 liter/menit.
6.      Mulut               : bibir terlihat pucat, dan rongga mulut terdapat secret.
7.      Telinga             : normal, tidak ada sekret dan darah
8.      Leher               : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe
9.      Dada                :
-          Paru
Inspeksi      : bentuk datar, terdapat tarikan dinding dada ke dalam
Palpasi      : retraksi dinding dada tidak sama kanan dan kiri, terdapat vocal fomitus kanan kiri
Perkusi      : sonor
Auskultasi            : terdapat bunyi ronkhi basah halus
-          Jantung     :
Inspeksi    : tidak tampak ictus cordis
Palpasi      : tidak terdapat pembesaran jantung
Perkusi      : pekak
Auskultasi : S1 dan S2 bunyi reguler
-          Abdomen :
Inspeksi    : bentuk datar
Auskultasi            : bising usus 18 x/menit
Palpasi      : tidak ada nyeri tekan
Perkusi      : timpani
10.  Genetalia         : perempuan, tidak  terpasang DC
11.  Anus                : tidak ada lesi
12.  Ekstremitas      :  atas : akral hangat, CRT < 3 detik, terpasang infus D5% 10 tpm, dan tidak ada gangguan gerak
bawah : tidak ada gangguan gerak.
13.  Kulit                : turgor kulit normal, tidak ada oedema.






E.     Pemeriksaan Penunjang
1.      Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal 11 Desember 2015 pukul 11.00 WIB
Jenis Pemeriksaan
Hasil
Nilai Normal
Hemoglobin
10.4 gr/dl
Pria : 13-18 g/dl, wanita 11.5-16.5 g/dl. Wanita hamil: 11- 16.5 g/dl. Anak : 12-34 g/dl
Hematokrit
L 31
%
Leukosit
14.000
4000-11000/mm3
Eritrosit
4.9
4,6-6,2 /mm3
Trombosit
250.000
200.000-400.000/mm3
Diffferent count
0.00/1.50/49.60/40.50/0.40
Basofil : 0-2 %, eosinofil : 1-3%, netrofil batang : 1-6%, netrofil segmen: 4-6 %, limfosit 20- 40 %, monosit: 1-8%
MCV
71#
24-102#
MCH
24
Pg
MCHC
35 g/dl
20-32 g/dl

GDS : 89 mg/dl
Tes Widal
S. Typhi O : -
S. Typhi H :  -
S. Paratyphi O-A: -
S. Paratyphi O-B: -

2.      Pemeriksaan Radiologi
Hasil rontgen thorak dada gambaran bronkhopneumonia.
F.     Terapi
-          IVFD D5 % 10 tetes/menit
-          Oksigen 2 L/menit nasal kanul
-          Ampicillin 4 x 150 mg
-          Fisioterapi dada
-          Pamol 3 x 6cc
-          Suction
-          MP-ASI : Bubur, lauk dan sayuran.





















ANALISA DATA
No
Hr/tgl/Jam
Data focus
Problem
Etiologi
1.
Senin,11 Desember 2015
Jam 11.30

DS :
- Ibu klien mengatakan klien batuk bardahak sejak ± 1 minggu SMRS
- Ibu klien mengatakan klien  sesak nafas
DO :
-  RR : 42 x/menit
-  Terdengar suara ronkhi basah halus
-  Terdapat tarikan dinding dada ke dalam
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
Peningkatan produksi sputum
2.
Senin,11 Desember 2015
Jam 11.30

DS :
-  Ibu klien mengatakan anak panas sejak 3 hari SMRS.
DO :
-   Suhu : 38,5˚C
-   Leukosit : 14.000/mm3
-   RR: 42 x/menit
-   Kulitnya terasa hangat
-   Kulit kemerahan
-   Klien tampak pucat
Hipertermi
Proses inflamasi paru

Prioritas Diagnosa Keperawatan
1.         Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d peningkatan produksi sputum
2.         Hipertermi b.d proses inflamasi paru

INTERVENSI KEPERAWATAN
No.Dx
Hari / Tgl / Jam
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
1.
Senin / 11 Desember 2015
12.30
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam diharapkan klien mampu :
Indikator
1
2
3
4
5
- RR
- - Irama nafas
- Mampu membersihkan secret
- Mampu mengeluarkan sputum



 


















1.      Pasang oksigen 2 liter/menit
2.      Tempatkan posisi yang nyaman : semi fowler
3.      Anjurkan klien untuk banyak minum air hangat
4.      Lakukan suction
5.      Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat bronkodilator sesuai indikasi
6.      Kolaborasi dengan fisioterapi dada
2.
Senin /11 Desember 2015
12.35
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien mampu:
Indikator
1
2
3
4
5
- suhu tubuh dalam rentang normal
- nadi dan RR normal
-                       tidak ada perubahan warna kulit















*      
*      







1.      Monitor suhu minimal tiap 2 jam
2.      Kompres klien dengan air hangat
3.      Monitor jumlah leukosit
4.      Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
5.      Monitor nadi dan RR
6.      Kolaborasi pemberian obat antipiretik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASKEP THALASEMIA

ASKEP ASMA PADA ANAK

ASKEP DIARE