ASKEP ASMA PADA ANAK
ASUHAN
KEPERAWATAN PADA AN. B
DENGAN ASMA
Mata
Kuliah : Keperawatan Anak
Riski Alfi Nur
Hidayah
A01401953
PROGRAM
STUDI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2015/2016
SKENARIO KASUS
An. B usia 42 bulan dirawat di RS Hidayah. Klien
mengeluh sesak nafas 2 hari SMRS, klien tidak batuk, terdapat tarikan dinding
dada ke dalam, dan terdengar bunyi wheezing. Klien tampak pucat dan tampak
gelisah. Ibu klien mengatakan klien ada alergi terhadap udara dingin. Klien dan
ibu klien tampak cemas. Ibu klien belum mengetahui tentang penyakit asma. TTV ;
TD : 100/70 mmHg, Nadi : 90 x/menit, Suhu : 37˚C, dan RR : 38 x/menit.
Tanggal
pengkajian : 11
November 2015
Nama Pengkaji : Alfi
Ruang :
Bangsal Dahlia
Waktu pengkajian : 11.00 WIB
A.
Identitas
1.
Identitas Klien
Nama : An. B
Umur : 42 bulan
Jenis
Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan
: -
Pekerjaan : -
Suku
bangsa : Jawa
Alamat : Jl. Pemuda
No.1 Kebumen
No.RM : 20605
Tanggal
masuk RS : 11 November 2015 pukul 09.30 WIB
Dx.
Medis : Asma
2.
Identitas Penanggung
jawab
Nama : Ny.N
Umur : 42 tahun
Jenis
Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Jl. Pemuda
No.1 Kebumen
Hubungan
dengan klien : Ibu
B.
Riwayat
kesehatan
1.
Keluhan Utama : Sesak
nafas
2.
Riwayat Penyakit
Sekarang
Ibu
klien mengatakan klien sesak nafas sejak 1 hari sebelum ke puskesmas, klien
tidak batuk, klien ada alergi dingin kemudian oleh ibunya diperiksakan di
Puskesmas, menurut hasil dari pemeriksaan, klien didiagnosa asma sehingga klien
harus menjalani pengobatan dan dokter menganjurkan agar klien dibawa ke RS
Hidayah. Pada tanggal 11 November 2015 pukul 09.30 WIB oleh keluarga klien
dibawa ke IGD RS Hidayah. Ibu klien mengatakan klien sesak nafas sejak 2 hari
SMRS, klien tidak batuk, terdapat tarikan dinding dada ke dalam, dan terdengar
bunyi wheezing. Klien tampak pucat dan gelisah. Ibu klien mengatakan klien ada
alergi terhadap udara dingin. Di IGD TTV ; TD : 100/70 mmHg, Nadi : 90 x/menit,
Suhu : 37˚C, dan RR : 38 x/menit. Terapi : Oksigen 3 liter/ menit,infus RL 20
tpm, dan nebulizer. Saat dikaji pada tanggal 11 November 2015 pukul 11.00 WIB Ibu
klien mengatakan klien sesak nafas sejak 2 hari SMRS, klien tidak batuk,
terdapat tarikan dinding dada ke dalam, dan terdengar bunyi wheezing. Klien
tampak pucat dan nafsu makan klien menurun. Ibu klien mengatakan klien ada
alergi terhadap udara dingin. Klien dan ibu klien tampak gelisah dan cemas. Ibu
klien belum mengetahui tentang penyakit asma.
3.
Riwayat Penyakit Dahulu
Ibu klien mengatakan
jika udara dingin klien merasa sesak tetapi sesaknya ringan tidak separah ini .Klien
belum pernah dirawat di RS.
4.
Riwayat kesehatan
keluarga
Ibu klien mengatakan keluarga tidak
ada yang mengalami sakit seperti klien. Dan keluarga tidak ada yang mengalami
penyakit seperti TBC, DM, hipertensi maupun penyakit serius lainnya.
5.
Riwayat kehamilan
Anak laki laki dari ibu G1 P1 A0.
Selama kehamilan klien, ibu klien mengatakan tidak mempunyai masalah khusus,
paling hanya mual-mual. Ibu klien selalu memeriksakan kehamilannya ke bidan
secara teratur.
6.
Riwayat Persalinan
Ibu klien mengatakan klien
lahir secara normal dan spontan, tidak ada kelainan bawaan dan tidak mempunyai
gangguan selama proses persalinan. Klien lahir pada usia kehamilan 39 minggu,
presentasi bawah kepala, ketuban berwarna jernih, setelah lahir klien langsung
menangis, BBL : 3500 gram.
7.
Riwayat imunisasi
Klien sudah mendapat imunisasi
lengkap : BCG, Polio I, II, III, ; DPT I, II, III ; dan campak.
8.
Riwayat tumbuh
kembang
Ibu klien mengatakan klien tidak mengalami keterlambatan
dalm proses tumbuh kembang.
Perkembangan motorik : klien mampu berjalan dengan tegak, lari-lari
kecil, melompat, dan berdiri dengan 1
kaki selama 3 detik.
Perkembangan sosial : klien mulai
mampu menggosok gigi sendiri, dan menncoba memakai baju.
9.
Kebutuhan cairan
Kebutuhan cairan klien = 100 cc/ kgBB/ hari
= 100 x 14
=1400 liter
10.
Kebutuhan kalori
Kebutuha kalori klien = 100 kalori/kgBB
= 100 x14
=1400 kalori/hari
C.
Pola
Pengkajian Menurut Gordon
1. Pola
Persepsi kesehatan atau penanganan kesehatan
Sebelum sakit : Ibu
klien megatakan kesehatan memang penting dan klien bila sakit mudah kerjasama untuk proses
penyembuhan dirinya misalnya teratur minum obat, dan hindari pantangan.
Saat sakit : Ibu klien mengatakan
bahwa klien dan dirinya belum mengerti tentang asma dan bagaimana penanganan
dirumah jika klien tiba tiba kambuh.
2. Pola
Nutrisi / Metabolik
Sebelum sakit :
Ibu klien mengatakan pasien
susah makan, makan
3x sehari porsi sedikit,
dan tidak suka sayur klien
hanya makan sedikit nasi dan lauknya saja.
Minum 6 gelas per hari. BB : 14,5 kg.
Saat
dikaji :
Klien makan 2x/sehari sesuai diit dari RS tetapi tidak habis. Minum
4 gelas per hari. BB: 14 kg.
3. Pola
Eliminasi
Sebelum sakit :
BAB 1x sehari
warna kuning konsistensi lembek berbau khas, BAK 4-5x perhari warna kuning
jernih berbau khas.
Saat dikaji : Klien
belum BAB sejak dirawat di RS, BAK 2x, warna kuning berbau
khas.
4. Pola
aktivitas / latihan
Sebelum sakit :
Klien aktif bermain dengan teman sebayanya.
Saat dikaji : Klien dibantu oleh ibunya
dalam melakukan aktivitasnya, seperti mandi, makan, ganti baju, dan pasien
hanya terlihat berbaring ditempat tidur.
5.
Pola Istirahat / tidur
Sebelum sakit : Klien
tidur 9 jam sehari, tidur siang kurang
lebih 2 jam.
Saat dikaji : Klien
susah tidur dan sering terbangun pada malam hari. Lama tidur 7 jam sehari.
6. Pola perseptif kognitif
Sebelum sakit : Klien dapat melihat dengan normal dan bisa
mendengarkan dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien bisa
mengecap makanan dengan baik.
Saat dikaji : Klien dapat melihat dengan normal dan bisa
mendengarkan dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien bisa
mengecap makanan dengan baik.
7.
Pola
koping/toleransi stres
Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan klien adalah klien
anak periang.
Saat dikaji : Klien hanya
tiduran dan apabila klien kesakitan klien menangis dan rewel.
8.
Pola Konsep diri
Sebelum sakit : Klien dapat melakukan aktifitas sesuai kemampuan.
Saat dikaji : Klien hanya tiduran dan menganggap kondisi nya sedang lemah.
9. Pola Seksual dan Reproduksi
Klien berjenis kelamin
laki-laki, dan tidak ada masalah dalam sistem reproduksi klien.
10. Pola
peran / hubungan
Sebelum sakit : Klien
mampu berkomunikasi dengan kata-kata
sederhana. Hubungan klien dengan orangtua dan keluarga baik.
Saat dikaji : Klien lebih nyaman ditemani oleh ibunya.
11. Pola
nilai / kepercayaan
Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan klien mulai ikut mengaji di mushola
dekat rumahnya. Klien
belum melakukan sholat.
Saat dikaji : Ibu klien mengatakan klien
tidak bisa mengaji dan klien hanya bisa berdoa.
D. Pemeriksaan Fisik
1.
TTV :
TD :
90/60 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 37,5 ˚C
RR : 36 x/menit
2.
Antropometri :
Lingkar Kepala : 54 cm
Lingkar Lengan atas : 16 cm
BB : 14 Kg
TB : 100 cm
3. Kepala : mesosepal
4.
Mata : konjungtiva
anemis, sklera Anikterik, reflek terhadap cahaya pupil isokhor
5. Hidung : tidak ada polip, terlihat
pernafasan cuping hidung, terpasang oksigen kanul nasal 2 liter/menit.
6. Mulut : bibir terlihat pucat,dan
terdapat secret.
7. Telinga : normal, tidak ada sekret dan
darah
8. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar
tiroid dan kelenjar limfe
9. Dada :
-
Paru
Inspeksi : pergerakan dada cepat,
terdapat tarikan dinding dada ke dalam
Palpasi : retraksi dinding dada sama kanan dan kiri, terdapat vocal
fomitus kanan kiri
Perkusi : sonor
Auskultasi :
terdapat bunyi wheezing
-
Jantung :
Inspeksi : tampak ictus cordis
Palpasi : tidak terdapat pembesaran jantung
Perkusi :
pekak
Auskultasi :
S1 dan S2 bunyi reguler
-
Abdomen :
Inspeksi : bentuk datar
Auskultasi :
bising usus 20 x/menit
Palpasi : adanya massa, klien
belum BAB.
Perkusi : timpani
10. Genetalia : laki laki, tidak terpasang DC
11. Anus : tidak ada lesi
12. Ekstremitas :
atas : akral hangat, CRT < 3 detik, terpasang infus RL 20 tpm, dan tidak
ada gangguan gerak
bawah : tidak ada gangguan gerak.
13. Kulit : turgor kulit normal, tidak ada
oedema.
E. Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 11 November 2015 pukul
11.00 WIB
|
Jenis Pemeriksaan
|
Hasil
|
Nilai
Normal
|
|
Hemoglobin
|
10.7 gr/dl
|
Pria : 13-18
g/dl, wanita 11.5-16.5 g/dl. Wanita hamil: 11- 16.5 g/dl. Anak : 12-34 g/dl
|
|
Hematokrit
|
L 31
|
%
|
|
Leukosit
|
14.5
|
10^3/Ul
|
|
Eritrosit
|
4.1
|
10^6 /Ul
|
|
Diffferent
count
|
0.10/1.40/49.60/40.50/0.40
|
Basofil : 0-2
%, eosinofil : 1-3%, netrofil batang : 1-6%, netrofil segmen: 4-6 %, limfosit
20- 40 %, monosit: 1-8%
|
|
MCV
|
75#
|
24-102#
|
|
MCH
|
26
|
Pg
|
|
MCHC
|
35 g/dl
|
20-32 g/dl
|
F. Terapi
-
IVFD RL = 20 tetes/menit
-
Oksigen
2 L/menit nasal kanul
-
Nebu : Ventolin 4x2,5 mg
-
L Bio 2x1 sac
-
Diet Gizi seimbang
ANALISA DATA
|
No
|
Hr/tgl/Jam
|
Data focus
|
Problem
|
Etiologi
|
|
1.
|
Senin,11 november 2015
Jam 11.00
|
DS :
- Ibu klien mengatakan klien sesak nafas
- Tidak ada batuk
- Terdapat secret yang berlebih
DO :
- RR : 36 x/menit
- Terdengar suara wheezing
- Terdapat pernafasan cuping
hidung
- Terdapat tarikan dinding dada
ke dalam
|
Ketidakefektifan bersihan jalan
nafas
|
Ketidakmampuan mengeluarkan secret
pada jalan nafas
|
|
2.
|
Senin,11 november 2015
Jam 11.00
|
DS :
- Klien dan Ibu klien mengatakan cemas
- Klien sulit tidur
- Klien susah makan
DO :
- Klien tampak gelisah dan rewel
|
Ansietas
|
Perubahan status kesehatan
|
|
3.
|
Senin,11 november 2015
Jam 11.00
|
DS :
- Klien mengatakan klien dan keluarga belum mengetahui tentang penyakit
asma
- Klien dan
keluarga tampak cemas
DO :
- Keluarga tampak bingung
- Ibu klien bertanya-tanya
tentang penyakit asma
|
Kurang pengetahuan
|
Kurang
informasi tentang proses penyakit dan perawatan dirumah
|
Prioritas Diagnosa Keperawatan
1.
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d Ketidakmampuan mengeluarkan secret
pada jalan nafas
2.
Ansietas b.d Perubahan status kesehatan
3.
Kurang pengetahuan b.d Kurang informasi tentang proses penyakit dan perawatan dirumah
INTERVENSI KEPERAWATAN
|
NoDx
|
Hari/Tgl
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
||||||||||||||||||||
|
1.
|
11 November 2015
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan
2x24 jam diharapkan klien mampu :
|
1.
Pantau
status pernafasan klien
2.
Pertahankan
oksigen 2 liter/menit
3.
Tempatkan
posisi yang nyaman : semi fowler
4.
Anjurkan
klien untuk banyak minum air hangat
5.
Latih batuk
efektif
6.
Lakukan
suction
7.
Kolaborasi
dengan dokter untuk pemberian obat bronkodilator sesuai indikasi
|
||||||||||||||||||||
|
2.
|
11 November 2015
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien mampu:
|
1.
Kaji tingkat
kecemasan (ringan, sedang, berat)
2.
Melibatkan
anak dalam bermain
3.
Berikan rasa
nyaman
4.
Beri
dorongan mengungkapkan ketakutan/masalah
5.
Libatkan
keluarga untuk menenangkan klien
|
||||||||||||||||||||
|
3.
|
11 November 2015
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan klien dan keluarga mampu:
|
1. Jelaskan proses penyakit
2. Berikan penkes
3. Instruksikan untuk latihan nafas, batuk efektif dan
latihan kondisi umum
4. Diskusikan faktor individu yang meningkatkan kondisi
|
Intervensinya dr nicnoc bukan kak?
BalasHapus